asalamualiakum

Asalamualiakum wahai muslimah.......................

Kamis, 28 Januari 2010

artikel

Artikel Seputar Dakwah Kampus


Menjaga Kualitas Kader

Fenomena yang terjadi di kampus kami beberapa tahun belakangan ini adalah menurunya kualitas dari kader dakwah, bagaimana upaya dan pendekatan yang perlu kami lakukan agar dapat terus menjaga kualitas kader setiap tahunnya ?

Jika Anda merasa bahwa fenomena ini terjadi pada kampus Anda saja, jangan khawatir, karena fenomena ini terjadi hampir di seluruh kampus di Indonesia. Akan tetapi saya selalu mencoba melihat dari sudut pandang lain terkait menurunnya kualitas kader. Sejatinya saya melihat bahwa kualitas kader tidak menurun, yang terjadi adalah semakin banyaknya jumlah kader yang bergabung dalam dakwah, dan konsekuensi dari jumlah yang besar adalah kualitas yang belum tentu merata, apalagi jika pola manajemen kaderisasi belum rapih dan berkelanjutan.

Kader adalah aset yang sangat berharga untuk lembaga dakwah, karena kaderlah yang akan menggerakkan dan mengembangkan dakwah yang ada. Seringkali kita mendapat sebuah pertanyaan, mana yang lebih penting antara sistem dan kader. Seorang yang berpikir pendek akan mengatakan bahwa kader lebih penting, sedangkan untuk mewujudkan dakwah yang berkelanjutan, maka sistem yang menunjang untuk membentuk kader yang dengan kualitas baik adalah hal yang perlu dicapai.

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang ada dengan memaparkan kebutuhan apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang kader dan metode apa yang tepat untuk memenuhi kebutuhan ini. Seorang kader yang berkualitas adalah seorang kader yang menguasai teori, memiliki maknawiyah yang stabil, serta memahami medan amal dakwah dengan baik. Ketika seorang kader mampu dibina untuk memiliki hal-hal ini maka ia akan memiliki immune terhadap segala tantangan dakwah. Oleh karena itu, sebagai tim kaderisasi yang akan menjalankan pembinaan ke kader, pemberian pemahaman serta latihan untuk memenuhi 3 hal ini adalah sebuah cara yang baik untuk senantiasa menjaga kualitas kader dakwah kampus.

Menguasai Teori

Landasan awal dari menjalankan segala sesuatu adalah pemahaman terhadap apa yang akan dilakukan. Dalam konteks seorang kader sebagai individu, diharapkan ia dapat memahami dasar yang bisa menguatkan dirinya dalam berIslam dan alasan yang hakiki mengapa ia melakukan aktifitas dakwah. Adanya pemahaman dasar ini akan menentukan kebijaksanaan pribadi serta semangat geraknya. Biasanya permasalahan kader seperti masalah kejenuhan dalam berdakwah, virus merah jambu, kekecewaan terhadap dakwah atau jamaah dakwah. Metode yang tepat untuk menyampaikan teori adalah dengan bentuk ta’lim dengan seorang yang memahami dengan komprehensif materi, bentuk metode tambahan lainnya dapat di sampaikan dalam pembinaan rutin seperti mentoring. Hal-hal yang kiranya perlu disampaikan sebagai bekal bagi kader antara lain ;

1. Memahami Prinsip Islam

Seorang kader diharapkan dapat memahami dasar-dasar yang sangat mendasar dari Islam itu sendiri. Bermula dari memahamkan makna dan urgensi syahadat sebagai pintu gerbang umat Islam. Mengenal Allah sebagai rabb dengan segala sifa-sifatnya, mengenal Rasul untuk diteladani, dan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Seorang kader dengan prinsip yang kuat akan berdampak pada militansi yang kuat pula, dan kelompok kader dengan prinsip yang kuat akan berdampak menjadi kelompok yang solid. Selain itu, keikhlasan dalam menjalankan agenda dakwah yang ada hanya untuk Allah semata dapat dibangun dengan dasar prinsip Islam yang kuat.

Sebagai seorang da’i yang akan menyampaikan nilai-nilai Islam tentu membutuhkan Ilmu untuk disampaikan , biasanya untuk dakwah kampus, diskusi tentang agama cukup banyak sekitar masalah aqidah dan alasan mengapa kita harus berIslam. Tentu, kita sangat berharap kader dakwah kampus bisa menjadi perpustakaan berjalan untuk menanyakan hal-hal terkait keIslaman. Terkadang pula, massa kampus menilai dan mengikuti bagaimana berIslam dengan mencontoh dari apa yang dilihat dan didengar dari pada kader dakwah kampus.

2. Memahami Pedoman Islam

Dua pedoman utama dan hakiki seorang muslim dalam menjalankan hidupnya adalah Al Qur’an dan Al Hadits. Seorang kader diharapkan dapat memahami kedua pedoman ini dengan baik, metode yang sering dilakukan untuk meningkatkan kepahaman ini adalah dengan tahsin atau belajar bagaimana membaca Al Qur’an dengan tajwid yang benar, tahfidz atau belajar untuk menghafal Al Qur’an, dan tastqif atau kajian Al Qur’an dan Al Hadits untuk lebih memahamkan makna yang lebih mendalam dari dua pedoman ini. Seorang kader dakwah dituntut untuk selalu dekat dengan Al Qur’an, karena kedekatan dan banyaknya interaksi seorang kader dengan pedoman Islam ini akan berdampak positif pada beberapa hal, yakni ; (1) keberkahan dakwah, (2) kualitas maknawiyah kader, (3) kemampuan meyakinkan dan mempengaruhi seorang kader dakwah, (4) penjagaan asholah dakwah, dan (5) membangung kebiasaan untuk selalu berlandasakn syar’i dalam setiap kebijakan yang ada.

3. Memahami Fikroh Dakwah dan Amal Jama’i

Sebuah pertanyaan yang harus dapat dijawab seorang kader sebelum berdakwah adalah “mengapa saya harus berdakwah ?”. Seorang kader diharapkan dapat memahami landasan mengapa seorang muslim harus berdakwah dan mengapa cara yang digunakan di lembaga dakwah sebagai metode dakwah yang digunakan. Ia juga diharapkan mampu melihat visi besar dakwah jangka panjang. Pemahaman terhadap pemikiran dakwah yang dilakukan diharapkan dapat membangun paradigma bahwa apapun tanggung jawab yang diberikan pemimpin kepada dirinya adalah bagian dari menjalankan agenda dakwah yang sudah Allah amanahkan kepada seluruh manusia.

Terkait pada amal jama’i atau beramal bersama, karena dakwah yang dilakukan dalam lembaga dakwah bersama-sama, seorang kader juga perlu diberi pengertian tentang prinsip al qiyadah wal jundiyah ( pemimpin dan pasukan ), agar ia mampu memerankan dengan baik jika ia menjadi pemimpin maupun pasukan. Karena memang pada dasarnya seorang kader akan menjadi seorang pemimpin atau yang dipimpin. Bentuk penaman kemampuan ini bisa dengan melibatkan langsung dalam organisasi, latihan beramal agar ia memahami hal ini dengan pengalaman yang ia dapat.

Memiliki maknawiyah yang kuat

Kedekatan kader terhadap Allah adalah bahan bakar utama dalam menjalankan amanah dakwah yang ada. Apalagi dalam setiap hal yang kita lakukan, pertolongan Allah adalah suatu yang menjadi faktor sukses, dan pertolongan Allah hanya diberikan kepada umatnya yang berusaha dan berdo’a secara seimbang. Maknawiyah disini dapat dilatih dengan ibadah-ibadah mahdah yang dilakukan secara individu. Sebutlah, Shalat wajib, Shalat Sunnah, Puasa Sunnah, Qiyamulail, dan sebagainya. Untuk memicu dan membiasakan ibadah-ibadah ini biasanya dapat menggunakan perangkat mutabaah amalan yaumiyah ( pengecekkan amal ibadah harian ) yang diberikan kepada seluruh kader. Tentunya juga di awali dengan pemahaman tentang ibadah mahdah dan tata cara untuk melaksanakannya. Ketika seorang kader memiliki maknawiyah yang kuat maka ia akan memiliki tekad dan kemauan yang kuat dalam menjalankan amanah dakwah, karena ia memandang dakwah sebagai bagian dari hidupnya dan ia memahami bahwa surga hanya bisa ditebus dengan usaha yang kuat, salah satunya dengan menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat luas. selain itu seorang yang maknawiyah yang kuat akan berdampak pada loyalitas atau kesetiaan yang kuat kepada jamaah dakwah yang ada. Ia memandang apa yang ia lakukan dalam dakwah hanya untuk Allah semata, ia siap menaati dan siap melayani segala kebutuhan dakwah, ia siap memimpin dan dipimpin, dan ia bukanlah melakukan aktifitas ini untuk manusia, sehingga ketika salah seorang kader lain menyinggung atau mengecewakan dirinya, itu tidak jadi alasan baginya untuk kecewa atau mundur dari dakwah. Selama lembaga dakwah masih berorientasi rabbaniyah maka ia akan terus bergabung dan berjuang bersama.

Memahami Amal Dakwah

Kader dalam menjalankan agenda dakwah memerlukan strategi dengan baik, serta memahami apa yang sedang ia lakukan dan apa manfaatnya untuk dakwah. Beberapa hal yang perlu dipahami terkait amal dakwah antara lain ; (1) memahami tujuan dakwah, (2) memahami peran dirinya dalam dakwah, (3) memahami potensi diri, (4) memahami medan dakwah ( objek dakwah ), dan (5) memahami makna pengorbanan dan kesungguhan dalam beramal. Kelima pemahaman terkait amal dakwah ini bisa dibangun dengan latihan langsung beramal dakwah serta di stimulus dengan kaderisasi pasif kepada kader dakwah. Kader dakwah yang memiliki pemahaman yang baik terkait amal dakwah biasanya memiliki visi besar terhadap dakwah itu sendiri, ia punya cita-cita terhadap dakwah, ia punya orientasi dan visi yang jelas terhadap tanggung jawab yang di embannya saat ini dan memberikan dampak semangat yang gigih untuk mencapai tujuan yang ia dan lembaga dakwha harapkan.

Seorang kader yang sudah memahami urgensi dakwah dan mengetahui visi dakwah jangka panjang, akan mempunyai energi lebih untuk bergerak secara trus menerus dalam mewujudkan cita-cita mulia ini. Selain itu ia memiliki semangat pengorbanan, baik itu korban harta, waktu, perasaan, bahkan berkorban hak dirinya seperti waktu istirahat karena ingin memberikan yang terbaik untuk dakwah.

Kualitas kader dakwah saat ini, walau semakin banyak jumlahnya harus tetap dijaga, karena kualitas kader dakwah ini akan membuat kualitas serta asholah dakwah tetap terjaga. Menjadi tanggung jawab bagi kita yang memahami urgensi menjaga kualitas kader ini untuk membangun sistem yang memungkinkan membentuk kader yang berkualitas meskipun jumlah kader semakin banyak bertambah setiap tahunnya.

penulis : Eza.R.Ama

tips-tips

Cara Mengamankan Komputer Saat Liburan



Libur telah tiba, banyak pekerja kantoran memilih mengambil cuti untuk menghabiskan libur di akhir tahun. Ini berarti, puluhan bahkan ratusan komputer desktop (accessories computer) di kantor nganggur tak bertuan.

Pastikan komputer Anda aman di kantor ataupun di rumah sehingga libur menjadi lebih tenang. Entah itu laptop ditinggal di kantor atau rumah, atau dibawa berlibur, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Sebelum meninggalkan kantor atau rumah, pastikan komputer dan monitor dalam keadaan tidak aktif. Jika memang komputer harus standby agar Anda dapat bekerja secara remote, paling tidak matikan monitor.

2. Biar aman, cabut steker yang menghubungkan komputer dengan sumber listrik. Selain untuk meminimalisir hal-hal buruk seperti korslet, juga demi menghemat listrik.

3. Matikan dan cabut steker perlengkapan atau accessories computer Anda yang lainnya seperti printer, Uninteruptible Power Supply (UPS), speaker, dan perlengkapan komputer lainnya. Jangan lupa juga matikan alarm jam agar tidak mengganggu karyawan lain yang bertugas piket di kantor saat libur.

4. Back up data-data yang ada pada komputer atau server sebelum berlibur. Ini akan bermanfaat jika suatu saat terjadi malfunction pada sistem yang menyebabkan data hilang.

5. Putuskan (disconnect) akses jaringan komputer Anda ke semua workstation dan server. Matikan juga akses modem ke workstation atau server.

6. Jangan lupa kunci pintu ruangan kerja Anda agar peralatan computer dan accessories computer Anda aman.

Bagi yang menggunakan laptop:

7. Jangan meninggalkan laptop di dalam mobil jika memang Anda tak berniat membawa laptop saat berlibur. Simpan laptop Anda di tempat yang aman.

8. Jika Anda berniat membawa laptop saat berlibur dengan menggunakan pesawat, jangan masukkan laptop ke dalam bagasi, tetapi bawalah ke kabin.

9. Pastikan laptop dalam keadaan mati atau paling tidak dalam posisi hibernation sebelum membawa serta laptop dalam perjalanan.

10. Jangan menaruh tumpukan barang di atas laptop. Beban yang terlalu berat di atas laptop dapat menyebabkan laptop Anda rusak. Apalagi menumpahkan minuman pada laptop.
Panulis : Eza.R.Ama

tips-tips

Biaya Murah untuk Merakit Komputer

Sudah banyak bukti bahwa walaupun harga komputer rakitan lebih murah tetapi kualiitas yang dihasilkan tidak kalah dengan komputer built-up bahkan tidak jarang untuk harga yang sama bisa kita bisa mendapatkan spesifiasi dan kualitas komputer yang lebih baik. Lantas bagaimana cara kita merakit komputer dengan harga yang murah tetapi mendapatkan kualitas komputer yang memuaskan? Seperti halnya hendak membeli komputer baru/bekas maupun untuk melakukan upgrade komputer, kita harus memperhitungkan dengan baik kebutuhan kita lalu kemudian menentukan spesifikasi komponen atau sparepart komputer yang akan kita beli. Tempat dimana kita membeli komputer akan menentukan murah atau mahalnya harga komputer secara keseluruhan. Langkah berikutnya adalah merakit komponen yang telah kita beli menjadi sebuah komputer dengan performance tinggi.
1. Spesifikasi komputer
Jika anda ingin yang murah, tentunya tentukan spesifikasi komputer yang minimum / minimal. Tetapi jika anda ingin komputer murah dengan kemampuan lumayan, maka tentukan spesifikasi komputer yang optimal. spesifikasi komputer optimal berarti anda dapat bekerja lebih baik dengan harga komputer sedikit di atas minimal. Umumnya kinerja komputer dapat anda tingkatkan dengan menambah memori / RAM atau mnggunakan harddisk yang lebih cepat bacanya. Sedangkan penghematan untuk processor, jangan menggunakan Intel Pentium (Core Duo, dsb), sebagai gantinya anda bisa menggunakan Celeron ataupun buatan AMD.


2. Onboard
Pilih motherboard yang mendukung / tersedia VGA, soundcard, network interface card, dan card lainnya yang tersedia secara onboard. Dengan demikian biaya total akan lebih murah.
3. Shared Memory
jika anda seorang desanr grafis atau pemain game dan anda butuh memori VGA yang lebih banyak,maka anda harus memilih motherboard dan vga yang mendukung untuk melakukan shard memory untuk VGA card.
4. Komponen bekas / sparepart second
dengan menggunakan koponen / sparepart komputer second maka harga komputer dapat ditekan. Sangat banyak barang bekas yang kualitasnya masih bagus dan bahkan seperti masih asli. Penggunaan yang paling sering adalah menggunaan monitor bekas. sebab perbedaan monitor baru dan bekas cukup signifikan. Walaupun demikian, hati-hati dalam memilih, pilihlah sparepart / komponen yang masih bagus dan memberikan layanan garansi.
5. Membeli dari satu toko komputer
Kadang untuk harga komponen komputer yang murah kita harus mendapatkannya dari beberapa toko komputer. Tapi jika kita pada saat ingin membeli beberapa sparepart dan semua toko yang kita datangi harganya ternyata sama, coba untuk membeli beberapa sparepart tersebut pada satu toko dan mencoba untuk minta discount. Jika dikasih syukur, tidak dikasih juga tidak apa-apa. Toh harganya juga sama dengan toko komputer lain.
Penulis : Eza R.Ama

Sabtu, 16 Januari 2010

Tahun Baru Hijriah Versus Tahun Baru Masehi

Rasulullah saw. bersabda:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”

(HR Imam Ahmad )

Atau :

Umar Ibn Khaththab:

"Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka"

Umar ra. berkata lagi,

"Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka"

Kalau dipelajari islam pada zaman dahulu sudah dijelaskan bahwa mengikuti akan sesuatu yang berbau kehidupan diluar islam sangatlah Dilarang, seperti yang disampaikan oleh Rasullullah SAW. Namun beragama islam pada saat ini bukan beragama secara simbolik tetapi substansi dari nilai-nilai agama itu sendiri. Kalau kita boleh sepakat dengan Abdurrahman Wahid (GUSDUR) dan Noorkolis Majid tentang pemikiran baru lslam yang mereka bawa kembali keindonesia maka pada hari ini sudah saatnya kita membangun kerukunan umat beragama, Artinya ketika ada perayaan hari besar suatu umat dan kita sebagai muslim mengucapkan dan memenuhi undangan ceremony asalkan tidak merubah Aqidah mengapa TIDAK untuk hanya dalam partisipasi saja.ketika kita berbicara nilai-nilai ketuhanan, maka perlu dipertanyakan lagi apakah dalam jiwa muslim telah mempunyai nilai????Disini saya berpendapat bahwa kita tidak perlu munafik akan realitas kehidupan berbangsa dan beragama.

padang, 14 januari 2010

penulis eza rahmi.Ama